Minggu, 29 April 2012

DILARANG MEROKOK DI INDONESIA??!!!!


Banyak yg menyuarakan tentang pelarangan rokok di Indonesia.  Secara ekstrem malah menyarankan pemerintah untuk menutup pabrik rokok yang ada di Indonesia. Ketika dihadapkan dengan pertanyaan "bagaimana dengan nasib para pekerja?", dengan lantangnya menjawab "cari lah pekerjaan lain, banyak ko pekerjaan lain yg masih bisa mereka kerjakan selain bekerja di pabrik rokok".  Pengangguran di Indonesia sudah jutaan, dan akan bertambah ratusan ribu per tahunnya.  Haruskah ditambah dengan para buruh rokok itu? (jika benar pabriknya ditutup)

"Lalu bagaimana?????
Kami yang bukan perokok merasa terganggu haknya dengan kehadiran perokok itu.  Belum lagi asapnya yang mencemari lingkungan, bukannya kita sedang menggalakkan 'go green'?"


"Tapi bukankah pemasukan pajak dari rokok itu sendiri adalah pos penerimaan yang cukup besar di APBN? Dan bagaimana nasib para pekerja dan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada usaha tersebut? Tidak semua buruh rokok mempuyai skill pada bidang lain. Untuk menampung sejumlah pengangguran saat ini saja pemerintah belum bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup, apalagi ditambah suplai pasukan pengangguran buruh rokok jika benar-benar terjadi pelarangan rokok di Indonesia?”

Yaap, ironis sekali memang.  Tapi apakah harus mengorbankan salah satunya?  Tidak bisakah menempuh cara lain untuk masalah ini? Bahkan ruangan khusus untuk perokok saja tidak bisa memberi kepuasan pada masyarakat luas.

Saya, Taufan Indra Praditya, saat ini mahasiswa STIE YKPN Yogyakarta semester 8, hanya mengusulkan sebuah ide. Sebuah ide yang mungkin sudah dikemukakan olah banyak orang. Yang hanya saya tulis ulang disini.
Janganlah pemerintah tutup pabrik rokok, ini industry yang menjanjikan.  Banyak pajak masuk dari industry ini.

Lalu bagaimana dengan masyarakat lain yang terganggu akan hadirnya perokok? 
Banyak pengamen, pengemis meminta-minta uang yang ujungnya hanya dibelikan sebuah rokok.  Batasi pembelian itu.  Di Amerika, orang harus sudah mempunyai KTP untuk membeli sebungkus rokok.  Di Negara kita? Seorang ayah menyuruh anaknya yang masih TK katakanlah, untuk membeli rokok di warung dekat rumah dan itu bisa dilakukan setiah hari. 

Lalu bagaimana caranya???
Contohlah cara Amerika menekan angka perokok di negaranya. Saya tidak akan merekomendasikan ‘anak dibawah umur atau yang belum memiliki KTP tidak boleh membeli rokok’.  Mustahil sekali.  Contohlah cara yang lain.  Naikkan pajaknya.  Di Amerika sebungkus rokok bisa mencapai $8-$10. Di Indonesia? Rp 10.000 saja.  Naikkan lah sampai harga Rp 50.000 per bungkus, saya yakin angka perokok akan menurun drastis. 

Tapi, pastikan juga kesejahteraan buruh dan org yg bergerak di bisnis rokok, jangan sampai industry mereka bangkrut karena penjualan rokok yang turun setelah penaikkan pajak tersebut.  Tembus pasar internasional untuk rokok, batasi impor rokok ke Indonesia.  Jual rokok lebih murah ke luar negri daripada ke dalam negri.  Masyarakat luas senang karena peredaran rokok berkurang, pekerja industry rokok tetap jalan, dan perokok jadi galau…

Tapi saya yakin, perokok berat pun bisa ko tetap hidup tanpa merokok.  1-2 bulan pertama mungkin susah dan terus terbayang-bayang, tapi bulan berikutnya saya yakin sudah bisa beraktifitas dengan lebih bugar dari sebelumnya.

Mari, kita dukung pemerintah untuk menembus pasar rokok internasional, naikkan pajak rokok, dan terpenuhinya hak-hak masyarakat yang anti rokok..

2 komentar:

  1. "Kami yang bukan perokok merasa terganggu haknya dengan kehadiran perokok itu".

    Hah? kamu kan perokok -_-"

    BalasHapus
  2. apa kabar semuanya,ini mau cerita sedikit masalah kesuksesan aqyang prnh aq di bantu atas nama ky songo degan noy dia 085 217 519 919,aq dapat no.ky di internet awalnya aq ragu2 tapi aq beranikan diri telpon di degar arahan beliau dan baca web di www.paranormal-kisongo.blogspot.com aq yakin bwh ini lah orang yg bisa membantu,berkat bantuan beliau aq sukses sekaran.

    BalasHapus

Share